Konisampang – Tim cabang olahraga (Cabor) Kickboxing Kabupaten Sampang harus menelan pil pahit. Meski sudah dipastikan lolos ke semifinal, tim harus menerima keputusan kontroversial dari panitia Porprov IX Jatim 2025.
Dua atlet Kickboxing Kabupaten Sampang didiskualifikasi oleh panitia tanpa ada pemberitahuan. Ketua Koni Kabupaten Sampang, Abdul Wasik mengungkap bahwa pelaksanaan Porprov Jatim kali ini tidak profesional, karena kinerja panitia.
“Panitia cabor Kickboxing tak profesional. Atlet kami yang lolos ke semifinal dan final didiskulifikasi tanpa ada surat pemberitahuan. Panitia hanya menjawab dengan surat dan diberikan akumulatif terakhir, padahal seharusnya surat itu keluarkan dulu agar kami tidak menunggu,” ungkap Wasik.
Pihaknya sangat menyayangkan keputusan panitia Porprov. Keputusan tersebut tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga imateriil.
“Ini preseden buruk dalam penyelenggaraan turnamen sebesar porprov,” ucapnya.
Sebelumnya, Koni Kabupaten Sampang telah melayangkan surat keberatan atas kepemimpinan wasit pada pertandingan Cabor Kickboxing Porprov IX Jatim. Surat keberatan itu ditujukan kepada Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Jawa Timur dan Pengurus Besar (PB) Porprov IX Jatim.
Alasan Koni Sampang melayangkan surat keberatan karena merasa keberatan dengan keputusan wasit yang memotong nilai sebanyak tiga kali tanpa penjelasan mengenai pelanggaran yang dilakukan.
Adapun poin keberatan yang dilayangkan Pengurus Cabor Kickboxing Kabupaten Sampang antara lain: 1. Atlet Kickboxing atas nama Asifa2. Atlet Kickboxing atas nama Bella3. Atlet Kickboxing atas nama Nora Vida4. Atlet atas Kickboxing nama Najwa Kanaya.
Seperti laga pertandingan yang dijalani Najwa Kanaya medapat pemotongan tiga nilai. Padahal atlet kami tidak melakukan pelanggaran mengakibatkan atlet kami dirugikan secara signifikan dalam perolehan poin.
“Kami menilai kepemimpinan wasit tersebut tidak profesional dan tidak adil, merusak sportivitas pertandingan,” kata Abd Wasik.
Pihaknya menilai, kepemimpinan wasit pada pertandingan Cabor Kickboxing tidak adil dan mencederai semangat sportivitas, serta integritas olahraga. Oleh karena itu, Koni Kabupaten Sampang meminta PB Porprov untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap kepemimpinan wasit tersebut dan menindaklanjuti protes ini dengan tegas.
“Kami berharap PB Porprov dapat memberikan sanksi karena mulai dari awal kab sampang banyak dirugikan oleh Pengprov KBI,” pungkas Wasik. (hms)


